
Paris Saint-Germain (PSG) memasuki era baru pasca kepergian Kylian Mbappé ke Real Madrid. Salah satu sosok yang paling diharapkan untuk menjaga konsistensi klub adalah pelatih Luis Enrique. Mantan pelatih timnas Spanyol ini memberikan tanggapannya saat ditanya soal perbedaan PSG sekarang dengan era saat Mbappé masih berseragam Les Parisiens.
Dalam konferensi pers menjelang laga semifinal Piala Dunia Antarklub 2025, Enrique menegaskan bahwa perubahan di PSG bukan hanya soal pemain, tetapi juga filosofi dan pendekatan permainan.
“Tentu saja, kehilangan pemain seperti Kylian akan selalu terasa. Ia adalah pemain luar biasa, punya kualitas individu luar biasa, dan sering jadi penentu. Tapi PSG adalah klub besar, dan kami sudah merancang proyek jangka panjang,” ujar Enrique.
Enrique menjelaskan bahwa sejak awal musim, dirinya dan manajemen sudah berkomitmen membentuk tim yang lebih kolektif, tidak bergantung pada satu bintang. Ia mengakui bahwa Mbappé adalah pemain luar biasa, namun juga menekankan pentingnya keseimbangan tim secara keseluruhan.
“Sekarang kami bermain lebih sebagai tim. Kami mengandalkan kolektivitas, bukan individualitas. Setiap pemain punya peran jelas, dan kami bermain dengan intensitas serta struktur taktik yang lebih disiplin,” tambahnya.
Musim ini, PSG tampil lebih stabil di semua lini. Meski tidak lagi memiliki pemain sekaliber Mbappé, performa tim tetap konsisten, bahkan meningkat dalam beberapa aspek seperti penguasaan bola dan tekanan tinggi sejak menit awal. Enrique menilai ini sebagai hasil dari pendekatan taktik yang lebih menyeluruh.
Beberapa pemain muda seperti Bradley Barcola dan Warren Zaïre-Emery juga mendapatkan lebih banyak menit bermain dan kepercayaan, menunjukkan bahwa PSG kini lebih terbuka dalam hal regenerasi.
Di sisi lain, PSG tetap menjaga ambisi besar mereka di kompetisi elite. Target juara Liga Champions tetap menjadi prioritas, dan keberhasilan menembus semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 menjadi indikasi bahwa proyek baru Enrique mulai menunjukkan hasil positif.
Meski banyak yang meragukan PSG setelah ditinggal Mbappé, Enrique menyatakan bahwa tantangan itu justru menjadi motivasi tambahan.
“Kami ingin membuktikan bahwa PSG bukan hanya soal satu nama. Klub ini punya sejarah besar, dan masa depan yang lebih menjanjikan,” pungkasnya.
Dengan gaya permainan yang lebih kolektif dan semangat baru yang dibawa oleh Enrique, PSG tampaknya siap menulis lembaran baru dalam sejarah mereka tanpa ketergantungan pada superstar. Era pasca-Mbappé bukan berarti akhir dari kejayaan, melainkan awal dari sebuah evolusi.
Baca Juga: Ketus Saat Ditanya Soal Nico Williams vs Barcelona, tapi Penuh Simpati untuk TAA