Jakarta — Produksi minyak dan gas dari Blok Mahakam dilaporkan telah mencapai target yang ditetapkan untuk tahun 2026. Capaian ini dinilai menjadi salah satu kontribusi penting dalam menjaga ketahanan energi nasional serta mendukung target produksi migas Indonesia.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari peningkatan kegiatan pengeboran, optimalisasi sumur produksi, serta pengelolaan lapangan yang lebih efisien oleh operator blok tersebut.
“Capaian produksi di Blok Mahakam menunjukkan kinerja yang positif. Hal ini menjadi bukti bahwa pengelolaan lapangan migas nasional dapat terus dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan energi dalam negeri,” ujar perwakilan Kementerian ESDM dalam keterangan resminya, Sabtu (14/3).
Blok Mahakam yang berlokasi di Kalimantan Timur merupakan salah satu wilayah kerja migas strategis di Indonesia. Lapangan ini telah lama menjadi salah satu penyumbang produksi minyak dan gas terbesar di Tanah Air.
Operator blok tersebut juga terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas produksi, termasuk melalui program pengeboran sumur baru dan penerapan teknologi dalam pengelolaan reservoir.
Selain itu, pemerintah bersama operator lapangan juga berkomitmen meningkatkan efisiensi operasional serta menjaga aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan dalam kegiatan produksi migas.
Keberhasilan pencapaian target produksi pada 2026 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi migas nasional. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi minyak dan gas sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
Dengan capaian tersebut, Blok Mahakam diharapkan tetap menjadi salah satu tulang punggung produksi migas nasional dalam beberapa tahun ke depan.