Jakarta, 3 Maret 2026 — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) besar-besaran. Kali ini menyasar Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, yang diamankan tim penyidik KPK pada dini hari Selasa (3/3/2026) di kawasan Semarang, Jawa Tengah.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi penangkapan tersebut sebagai bagian dari rangkaian operasi senyap di wilayah Jawa Tengah. Fadia Arafiq ditangkap bersama dua orang kepercayaannya. Konstruksi perkara dan detail dugaan korupsi masih dirahasiakan oleh KPK, tetapi sumber internal menyebut terkait dugaan suap, gratifikasi, atau penyalahgunaan wewenang dalam proyek infrastruktur atau pengadaan barang/jasa di Pemkab Pekalongan.
Penangkapan ini menjadi OTT ketujuh KPK sepanjang tahun 2026, menambah panjang daftar kepala daerah yang terjerat korupsi sejak awal tahun. Sebelumnya, KPK telah mengamankan pejabat di berbagai daerah terkait suap pajak, impor barang, dan lainnya.
Fadia Arafiq, yang sebelum terjun ke politik dikenal sebagai penyanyi dangdut, terpilih sebagai Bupati Pekalongan periode 2021–2026. Penangkapan ini langsung memicu reaksi publik di media sosial, dengan banyak warga Pekalongan menuntut transparansi proses hukum.
Kasus Lain yang Masih Hangat Hari Ini:
- Korupsi Bea Cukai: KPK terus mendalami kasus dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (terkait importasi barang KW dan pengondisian cukai). Tersangka baru termasuk Kepala Seksi Intelijen Cukai Budiman (BBP), dengan penyitaan uang tunai Rp5,19 miliar. KPK membuka peluang memanggil produsen rokok dan miras ilegal sebagai saksi.
- Korupsi Proyek RS di Nias: Kejaksaan Negeri Gunungsitoli menahan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial JPZ terkait dugaan korupsi pembangunan RSUD Kelas D Pratama Kabupaten Nias TA 2022 senilai Rp38,55 miliar. Tersangka diduga melakukan mark-up anggaran dan mark-up volume pekerjaan.
- Sidang Korupsi LNG Pertamina: Mantan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hadir sebagai saksi di sidang korupsi pengadaan LNG yang merugikan negara US$113,8 juta. Sidang memanas dengan hakim menegur terdakwa yang mencoba menyerang kredibilitas Ahok.
Dampak dan Reaksi: Penangkapan berulang kepala daerah ini menambah kekhawatiran publik terhadap integritas pemerintahan daerah. KPK menegaskan komitmennya memberantas korupsi sistemik, terutama di sektor pengadaan dan pajak. Sementara itu, di Kamboja (lokasi pengguna), isu korupsi lebih terkait sindikat scam online yang melibatkan WNA, meski bukan korupsi pemerintahan langsung.